PT. Meranti Mustika


Badan Usaha dengan Produk Plywood di Kalimantan Tengah

Find Out More

Sejarah Perusahaan


PT. MERANTI MUSTIKA, merupakan salah satu perusahaan swasta nasional, yang diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk mengusahakan hutan yang mempunyai areal kerja di Provinsi Kalimantan Tengah (tepatnya di Kabupaten Katingan). Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) PT. MERANTI MUSTIKA, diberikan berdasarkan Surat Keputusam Menteri Pertanian R.I Nomor 349/Kpts/Um/6/1978 tanggal 02 Juni 1978 dengan areal seluas 60,000 Ha untuk masa pengelolaan hutan selama 20 tahun (berlaku dari tanggal 02 Juni 1978 s/d 02 Juni 1998) dan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 1001/Kpts-VI/1999 tanggal 14 Oktober 1999 dengan areal seluas 45,530 Ha dengan masa pengelolaan selama 55 tahun (20 tahun + daur tanaman pokok), dan berlaku surut terhitung sejak tanggal 02 Juni 1998 jo Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 4/1/IUPHHK-PB/PMDN/2015 tanggal 21 Desember 2015 dengan areal seluas 49.320 Ha berlaku mulai tanggal 21 Desember 2015.

Susunan Komisaris dan Direksi


  • Komisaris Utama : Danny Soetanto
  • Komisaris : Terry Kassen Tanizar & Janwar Hertanu
  • Direktur Utama : William Gadjali
  • Direktur : Surosoh Suhaimi

Visi


Visi yang ditetapkan oleh PT. MERANTI MUSTIKA dalam rencana Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam ini adalah: ”Menjadi unit manajemen pengelolaan hutan alam secara komersial berbasis pada system pengelolaan hutan alam produksi lestari dengan senantiasa berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku serta mempertahankan hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan para stackholder termasuk dengan masyarakat sekitar areal pengusahaan”.


PT. MERANTI MUSTIKA dalam pengelolaan hutannya senantiasa didasarkan pada pola pikir bahwa pemanfaatan hutan bukan hanya dalam bentuk pembalakan tetapi juga pelestarian hutannya, melalui penerapan sistem silvikultur TPTI dengan melakukan pembinaan masyarakat setempat sehingga manfaat hutan tidak saja dinikmati pada masa kini, tetapi juga pada masa mendatang.

Misi


  1. Melakukan pengusahaan hutan alam produksi dengan teknik pembalakan yang ramah lingkungan dan menguntungkan melalui penerapan prinsip-prinsip system pengelolaan hutan produksi lestari.
  2. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pendapatan masyarakat sekitar areal pengusahaan hutan dalam kegiatan ekonomi.
  3. Melakukan manajemen profesional dalam setiap proses produksinya dengan didukung oleh tenaga-tenaga yang kompeten di bidangnya untuk menghasilkan produk yang mempunyai daya saing tinggi.
  4. Meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) serta memberikan lapangan kerja sebagai akibat dari adanya aktifitas kegiatan pengelolaan hutan. Mempertahankan fungsi sosial budaya dan ekologis hutan secara optimal.
  5. Melaksanakan ketentuan pengelolaan hutan lestari berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan Pemerintah c.q. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Komitmen Perusahaan


Pengalaman panjang PT Meranti Mustika dalam pengelolaan hutan alam sejak tahun 1978 yang tetap eksis sampai dengan saat ini merupakan bukti nyata bahwa prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari sebenarnya telah diterapkan dengan baik oleh perusahaan.

Dalam pembangunan perusahaan ke depan dan mengantisipasi dinamika tuntutan global, maka PT. Meranti Mustika menyadari betul pentingnya menjaga kinerja perusahaan secara sungguh-sungguh melalui kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku dari pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK) dan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari yang mengacu kepada standar yang ada, baik standar nasional yang dibangun oleh KLHK (PHPL - VLK) maupun standar Internasional yang mengacu pada prinsip-prinsip Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) termasuk tidak mengembangkan jenis-jenis yang termasuk dalam kategori GMO (Genetically Modified Organism) dalam areal konsensi.

Get Started!

Areal Konsensi


Menurut Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor : 4/1/IUPHHK-PB/PMDN/2015 tanggal 21 Desember 2015, total luas areal kerja PT. MERANTI MUSTIKA adalah 49,320 Ha. Berdasarkan koordinat geografis dan batas administratif, maka letak areal kerja IUPHHK PT. MERANTI MUSTIKA dapat dilihat pada tabel berikut.



Berdasarkan hasil Studi Evaluasi Lingkungan (SEL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) yang telah disahkan oleh Komisi Pusat AMDAL Departemen Kehutanan No. 73/DJ-VI/AMDAL/1996 tanggal 03 Mei 1996, jenis tanah di areal PT. MERANTI MUSTIKA seluruhnya termasuk tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Sedangkan formasi geologi di areal PT. MERANTI MUSTIKA didominasi oleh Komplek Granit Mandahan (KGM). Formasi ini merupakan batuan terobosan (intrusife), yang tersusun oleh bahan granit, granodiorit, monzoit, tonalit dan diorit. Bahan-bahan batuan ini umumnya relatif kasar dan mempunyai sifat yang masam.

Aksesibilitas


Areal PT. Meranti Mustika bisa ditempuh dari Pontianak (ibukota provinsi Kalimantan Barat) dengan menggunakan jalan aspal menggunakan kendaraan roda empat (mobil) menuju Nanga Pinoh (ibukota kabupaten Melawi) selama ± 10 jam. Alternatif lainnya adalah dari Pontianak dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat menuju Sintang selama ± 30 menit dilanjutkan dengan jalan aspal menggunakan kendaraan roda empat menuju Nanga Pinoh selama ± 2 jam. Dari Nanga Pinoh dilanjutkan dengan naik speed boat melewati sungai Melawi menuju Camp Logpond Popay selama ± 2 jam dan dilanjutkan dengan jalan darat (jalan angkutan kayu) menuju Base Camp Selangit sejauh ± 92 Km (± 3,5 jam) menggunakan kendaraan roda empat (mobil).

Selain itu, areal IUPHHK PT. Meranti Mustika dapat juga ditempuh dari Palangkaraya (ibukota provinsi) dengan menggunakan jalan aspal menggunakan kendaraan roda empat (mobil) menuju Logpond Sangai (Km. 0) sejauh ± 220 Km (± 6 jam) dan dilanjutkan dengan jalan tanah (jalan angkutan kayu) menuju Base Camp Selangit sejauh ± 150 Km (± 4 jam).

Alternatif jalan darat lain menuju lokasi PT. Meranti Mustika adalah dari Sampit sejauh ± 287 Km (± 7 jam) menuju Logpond Sangai atau melalui angkutan sungai menggunakan speed boat selama ± 5 jam atau perahu klotok selama ± 21 jam.

Aksesibilitas dari arah Palangkaraya dan dari Sampit sebagaimana dimaksud dalam point (b) dan (c) di atas, saat ini sudah tidak memungkinkan dilalui karena kondisi jalan yang sudah rusak karena sudah lama ditinggal dan tidak ada perbaikan.

Tipologi Hutan


Berdasarkan penafsiran Citra Landsat 8 OLI Band 653 Fuse Band 8 Path 119 Row 61 skala 1 : 100.000 liputan tanggal 06 Januari 2015, keadaan vegetasi/penutupan lahan areal kerja PT. MERANTI MUSTIKA seluas ± 49.320 Ha terdiri dari Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 20.466 Ha (41,50%) dan Hutan Produksi Tetap (HP) seluas 26.019 Ha (52,76%), Hutan Produksi Yang Dapat Dikonversi (HPK) seluas 75 Ha (0,15%) dan Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 2.760 Ha (5,60%). Keadaan hutan PT. MERANTI MUSTIKA selengkapnya disajikan pada tabel berikut.

Hutan di kelompok ini termasuk type hutan tropika basah, dengan sebagian besar tegakannya didominir oleh jenis-jenis meranti (Shorea spp.), keruing (Dipterocarpus grandiflorus Blanco), balau (Shorea laevifolia End), tengkawang (Shorea compressa Burck), ulin (Eusideroxylon zwageri), dan kempas (Koompassia malacensis Maing). Rekapitulasi Sediaan Tegakan pada Seluruh Petak dalam unit.

Kondisi topografi areal PT. MERANTI MUSTIKA bervariasi dari datar hingga sangat curam, dengan dominasi lereng datar (0 - 8 %). Luas areal PT. MERANTI MUSTIKA berdasarkan kemiringan lahan secara rinci disajikan pada tabel berikut.

Kondisi ketinggian lahan secara rinci di areal IUPHHK PT. MERANTI MUSTIKA disajikan pada tabel berikut.

Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt & Fergusson, areal IUPHHK PT. MERANTI MUSTIKA termasuk Tipe A (sangat basah) dengan curah hujan tahunan rata-rata 3,120 mm. Curah hujan rata-rata bulanan tertinggi tercatat pada bulan Maret, yaitu sebesar 377 mm, sedangkan curah hujan rata-rata bulanan terendah tercatat pada bulan Juli, yaitu 122 mm. Secara rinci disajikan pada tabel berikut.



Berdararkan data yang tercatat pada stasiun meteorology dan geofisika Palangkaraya, suhu udara rata-rata tahunan tertinggi 27.3 ° C terjadi pada bulan Mei dan terendah 26.4C terjadi pada bulan Januari, Juli, Agustus dan Desember. Suhu rata-rata tahunan 26.7 ° C. Kelembaban relatif udara rata-rata tahunan sebesar 84.5%, dengan kelembaban tertinggi terjadi pada bulan Januari (83.3%) dan terendah terjadi pada bulan September (82.2%). Kecepatan angin rata-rata tertinggi terjadi pada bulan Nopember sebesar 5.8 m/detik dan terendah terjadi pada bulan Mei dan Juni yaitu sebesar 3.7 m/detik, dengan rata-rata tahunan sebesar 4.5 m/detik.

Areal IUPHHK PT. Meranti Mustika termasuk dalam Sub DAS Kaleh, Sub DAS Mahup, dan Sub DAS Senamang. Sungai-sungai yang relatif besar yang mengalir di dalam Sub DAS Kaleh adalah S. Kaleh, di Sub DAS Senamang yaitu S. Senamang, serta di Sub DAS Mahup yaitu S. Mahup dan S. Katingan. S. Kaleh, S. Senamang dan S. Katingan umumnya mengalir ke arah Selatan, sedangkan S. Mahup mengalir ke arah Timur. Kondisi sungai yang terdapat dalam wilayah unit manajemen PT. Meranti Mustika secara rinci dapat disajikan pada tabel berikut.



Penebangan RIL


  1. Penandaan arah rebah kayu
  2. Perencanaan jalan sarad dan TPn
  3. Penandaan trase jalan sarad
  4. Pembuatan lorong sarad
  5. Penebangan jenis niagawi
  6. Penyaradan
  7. Pembuatan Cros drain dan merapikan bekas Tpn

Penebangan dan Produksi





Sistem Silvikultur


Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan dengan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), PT. MERANTI MUSTIKA telah melaksanakan kegiatan TPTI termasuk pembinaan hutan berupa PAK, ITSP, PWH, Perapihan, Pembebasan, ITT, pembuatan persemaian dan pengadaan bibit, penanaman dan pengayaan, pemeliharaan, perlindungan hutan dan penelitian. Jenis dan volume kegiatan yang telah direalisasikan sampai dengan RKT 2015 disajikan pada tabel berikut:



Disamping kegiatan TPTI, juga dilaksanakan kegiatan pembinaan hutan non TPTI yaitu Penanaman Areal Non Produktif/Tanah Kosong, Pananaman Areal Kanan Kiri Jalan dan Pembangunan Kebun Pangkas. Jenis dan volume kegiatan Non TPTI yang telah direalisasikan sampai dengan RKT 2015 disajikan pada tabel berikut:




Pengamanan dan Perlindungan Hutan


Kegiatan perlindungan hutan diarahkan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya erosi parit, kebakaran, pencurian, perambahan hutan, pengendalian hama dan penyakit serta perlindungan terhadap jenis-jenis satwa dan tumbuhan yang dilindungi beserta habitatnya. Pelaksanaan perlindungan hutan PT. MERANTI MUSTIKA disajikan pada tabel berikut:




Kawasan Konservasi Hutan Bernilai Tinggi


PT. Meranti Mustika yang merupakan salah satu perusahaan yang berupaya dan berkomitmen untuk mendapatkan sertifikat dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari (PHPL) sesuai Standar yang berlaku. Salah satu prinsip yang mesti dipenuhi adalah kesesuaian unit manajemen terhadap ketentuan dalam toolkit HCVF, yang mencakup proses pelaksanaan identifikasi dan monitoringnya.

Waktu pelaksanaannya, mulai tanggal 22 Maret 2021 sampai dengan 29 Maret 2021, dengan dukungan dari IDEAS SEMESTA ENERGI dan MERANTI MUSTIKA. Identifikasi HCVF tersebut dilaksanakan oleh tim ahli multi-disiplin yang berasal dari TNC, FFI dan Meranti Mustika, yang mencakup di wilayah-wilayah dataran rendah dan hutan perbukitan, untuk menilai keanekaragaman hayati, nilai-nilai jasa lingkungan, serta nilai sosial-ekonomi dan budaya dalam masyarakat yang berada di dalam dan di sekitar konsesi.

Kajian NKT dan KBKT (Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam suatu proses panjang perbaikan pengelolaan, guna mempertahankan dan meningkatkan nilai intrinsik yang terdapat di kawasan hutan. Tujuan kajian, adalah:

Menyediakan rekomendasi untuk pengelolaan dan pemantauan NKT dan NKTF pada konsesi, yang didasarkan atas pengetahuan menyeluruh dari pengelolaan hutan saat ini.

Kelola Sosial


Areal kerja PT. MERANTI MUSTIKA termasuk Kecamatan Katingan Hulu. Luas Kecamatan Katingan Hulu adalah 2,604 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 8,217 jiwa yang berarti kepadatan sebanyak 3.2 jiwa/km2. Penduduk asli daerah sekitar areal PT. MERANTI MUSTIKA adalah suku dayak, sedangkan pendatang berasal dari Banjar, Bugis, Batak dan Jawa. Keadaan kependudukan di wilayah PT. MERANTI MUSTIKA disajikan pada tabel berikut:



Penetapan prioritas kegiatan ditentukan berdasarkan hasil pertimbangan dan kajian dari lapangan yang disesuaikan dengan potensi dan permasalahan yang ditemui didesa-desa, dimana kajian dan pertimbangan yang dipakai dalam penetapan skala prioritas kegiatan didasarkan pada pola pendekatan yang bersifat partisipatif (Model PRA/Partisipatory Rural Appraisal). Sedangkan jenis aktifitas/kegiatan program Kelola Sosial tersebut yang mencakup ketiga aspek kegiatan Kelola Sosial yang intinya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dalam rangka peningkatan taraf hidup dan tingkat kesejahteraan mereka.



Penghargaan


Penyampaian Hasil Re-Sertifikasi PHPL PT. Meranti Mustika


SK Penetapan Penilaian Kinerja PHPL PT. Meranti Mustika